Tanganku Berdoa

Bekerja di Jakarta terkadang membutuhkan kesabaran pada saat berangkat dan pulang. Hampir 5 juta orang bergerak masuk pada pagi hari dan pada sore hari keluar dari Jakarta setiap harinya. Bisa dibayangkan apa yang terjadi saat mereka bergerak secara hampir bersamaan setiap harinya.

Bagiku, membutuhkan setidaknya 2 jam pada pagi hari untuk sampai ke kantorku dengan kendaraan umum. Sedangkan pada sore harinya tidak menentu, terkadang kurang dari 2 jam terkadang bahkan bisa sampai 5 jam. Melelahkan memang, namun itulah kenyataan hidup yang harus aku jalani setiap hari. Kalau dibawa sebel pastinya bakalan tambah stress kan, akhirnya juga nggak baik buat kesehatan jiwa dan raga.

Diantara waktu perjalanan banyak hal menarik yang bisa dilihat, untuk sekedar menutupi kebosanan perjalanan. Apa lagi bila keadaan sedang atau menjelang hujan turun. Dan dari sekian banyak hal positif yang bisa dilakukan, berdoa Rosario adalah kegiatan yang cukup sering kulakukan. Tidak sulit melakukannya asalkan kita hapal peristiwa-peristiwa dalam doa Rosario.

Sebagai orang Katolik saya diajarkan untuk tidak pamer dalam menjalankan ibadah, bagaimanapun itu bentuknya. Tak perlulah kita bersuara keras-keras kalau sedang berdoa karena Tuhan tidak tuli dan DIA pun sebenarnya berada tidak jauh dari kita. Ya, DIA selalu bertahta di hati kita masing-masing.

Kita sebagai manusia tentu dikaruniai sepasang tangan dengan masing-masing lima jari, yang sehari-harinya kita pergunakan untuk melakukan bermacam-macam kegiatan, positif / negatif, tangan kita tidak bisa menolaknya. Salah satu kegiatan positif yang bisa dilakukan dengan tangan kita adalah menggunakannya untuk berdoa Rosario.

Pasti yang akan terbayang di benak para pembaca yang budiman adalah menggunakan tangan kita untuk menelusuri butir-butir Rosario yang sering kita lakukan ketika berdoa Rosario. Namun bukan itu yang akan saya bagikan di tulisan ini.

Mari kita mulai, seperti kita ketahui, Doa Rosario terdiri dari:
  • 5 macam doa inti pada saat kita mulai berdoa (Aku Percaya, Bapa Kami, Salam Puteri Allah Bapa, Salam Bunda Allah Putera, Salam Mempelai Allah Roh Kudus).
  • 4 peristiwa (Gembira, Sedih, Mulia, Terang) dengan masing-masing terdiri dari 5 kisah.
  • 10 kali doa Salam Maria.
Dari ke-3 hal tersebut kita bisa melihat bahwa 5 adalah angka tetap dalam doa Rosario. Bagian paling menariknya adalah jari tangan kita masing-masing (apabila normal) juga berjumlah 5.

Mari kita praktekkan berdoa Rosario menggunakan jari jemari tangan kita. Pada kesempatan ini kita akan mengambil peristiwa Mulia. Perhatikan gambar-gambar berikut ini untuk memahami penjelasan saya.

Mengawali doa Rosario kita akan selalu mendaraskan doa Aku Percaya, Bapa Kami, Kemuliaan, Salam Putri Allah Bapa, Salam Bunda Allah Putera, Salam Mempelai Allah Roh Kudus dan ditutup dengan Kemuliaan, Terpujilah, serta Doa Kerahiman. Jari jemari tangan kanan dapat membantu kita, perhatikan gambar berikut ini:


Untaian doa dilanjutkan dengan merenungkan salah satu peristiwa Rosario. Jari jemari tangan kiri dapat membantu untuk mengingat sudah sampai di peristiwa ke berapakah kita. Selain itu dapat pula sebagai penanda saat kita mendaraskan doa Bapa Kami, Kemuliaan, Terpujilah dan Doa Kerahiman. Perhatikan gambar di bawah ini:


Untuk setiap 10 kali Salam Maria, jari jemari tangan kanan dapat membantu kita. Perhatikan gambar berikut ini:


Sebagai penutup, apabila kita benar-benar merenungkan setiap peristiwa dalam doa Rosario, kapanpun, entah di saat kita mendaraskan ke-10 Salam Maria atau saat mendaraskan doa Bapa Kami atau saat mendaraskan doa lainnya, ada saat dimana kita perlu berhenti sejenak mendaraskan doa, untuk mendengarkan suaraNya menyapa kita. Saya pribadi selalu membutuhkan waktu lebih dari 30 menit untuk menyelesaikan 1 peristiwa Rosario. Karena itu tadi, terkadang disaat saya mendaraskan Salam Maria atau Bapa Kami ada saja peristiwa-peristiwa dalam hidup saya terlintas dalam pikiran sehingga saya perlu berhenti sejenak untuk berbicara denganNya berkaitan dengan peristiwa itu serta kaitannya dengan peristiwa Rosario yang sedang saya renungkan.

Bagian tersulit ketika kita berdoa diantara keramaian lingkungan sekitar kita adalah konsentrasi untuk menyelesaikan setiap pendarasan doa. Hal itu tentu membutuhkan latihan dan saya pun sampai saat ini terkadang masih terganggu dengan hal itu. Tentu ada sesuatu yang istimewa apabila kita mampu mengatasi semua gangguan itu. Mungkin itulah yang diistilahkan tapa ngrame (bertapa dalam keramaian). Dan hal terpenting yang bisa diambil adalah kita bisa tetap mendekatkan diri kepadaNya tanpa perlu diketahui orang lain, dimanapun dan kapanpun. Deo Gratias.

Peringatan: Jangan melakukannya apabila anda sedang mengendarai kendaraan atau bekerja dengan mesin.

Popular Posts