Pages

Feb 19, 2014

Tiga Doa Yang Indah

0 comments
Seorang paus di Roma sedang mengalami masa hidup yang penuh dosa. Tuhan memberi peringatan dengan suatu penyakit. Nampaknya tidak ada harapan lagi untuk hidup. Ketika menyadari keadaannya, ia memanggil para Kardinal, Uskup, dan Teolog dan berkata kepada mereka: “Sebentar lagi aku akan mati; hiburan apakah yang dapat anda berikan kepadaku sekarang, karena sebenarnya aku layak dihukum dengan hukuman yang adil atas dosa-dosaku.

Semua yang hadir di sisi ranjangnya diam. Kemudian salah seorang dari antara mereka bernama Yohanes tampil ke depan. Ia adalah seorang pemimpin umat yang saleh. Ia berkata: “Bapa, mengapa anda meragukan kerahiman Allah?” Paus memandangnya,”Hiburan apa yang dapat kamu berikan kepadaku sekarang dalam ketakutanku akan neraka?” Yohanes menjawab: “Aku akan membacakan tiga doa bagi anda; aku harap anda akan terhibur dan semoga anda memperoleh belas kasihan dari Allah. Paus terdiam dan menerima Yohanes dan semua yang hadir berlutut dan mengucapkan satu kali doa Bapa Kami lalu dilanjutkan dengan doa berikut ini:

Doa PertamaTuhan Yesus Kristus, Engkaulah putera Allah dan putera Perawan Maria, Allah dan manusia, Engkau yang dalam ketakutanMu telah berdarah bagi kami di Taman Getsemani, persembahkanlah kematianMu yang tersuci itu kepada Allah, BapaMu di Surga untuk kedamaian dan keselamatan hambaMu yang sedang menghadapi maut ini...
Bagaimanapunjika atas dosa-dosanya sebenarnya ia layak diberi hukuman yang abadi, maka tolonglah elakkan dia dari hal itu. Hai ini ya Bapa yang kekal, kami mohonkan melalui Tuhan kami Yesus Kristus, PuteraMu yang terkasih yang hidup dan bertahta bersama-sama dengan Roh Kudus sekarang dan selama-lamanya, Amin.

Doa KeduaTuhan Yesus Kristus, Engkau yang penuh kelembutan rela mati di kayu salib bagi kami, demi kepatuhanMu yang sempurna kepada BapaMu di Surga, persembahkan kematianMu yang tersuci itu kepada Bapa surgawi demi kedamaian dan untuk membebaskan ... (sebut nama)... dan untuk menghindarkan apa yang dilakukan dengan dosa-dosanya. Anugerahkanlah hal ini kepadanya ya Bapa yang kekal. Kami mohonkan hal ini dengan perantaraan Tuhan kami Yesus Kristus, PuteraMu yang hidup dan bertahta bersama dengan Roh Kudus sekarang dan selamanya, Amin.

Doa KetigaTuhan Yesus Kristus, Engkau yang berbicara dengan perantaraan para nabi, aku menarikMu datang kepadaku demi kasiMu yang abadi. Kasih yang sama telah membawaMu turun dari Surga ke dalam tubuh perawan Maria, dimana cinta itu telah menarikMu dari tubuh Bunda Maria menuju ke lembah dunia yang amat membutuhkan ini. Cinta yang sama telah menyebabkan Engkau rela tinggal selama 33 tahun di dunia ini dan sebagai tanda kasih yang demikian besar itu, Engkau telah memberikan tubuhMu yang suci, sebagai makanan yang sejati dan darahMu yang kudus sebagai minuman yang sejati. Sebagai tanda dari kasihMu yang besar itu, Engkau telah merelakan diri sebagai seorang tawanan dan diseret dari satu jaksa ke jaksa yang lain.
Sebagai tanda dari kasih yang besar itu, Engkau telah merelakan diri dihukum mati dan mau mati dan dimakamkan dan sungguh-sungguh telah bangkit dan memperlihatkan diri kepada bundaMu dan semua rasul. Dan sebagai tanda kasih yang besar, Engkau telah naik ke Surga oleh kekuatan dan kekuasaanMu sendiri dan duduk di sebelah kanan Allah Bapa di Surga. Engkau telah mengirim RohMu yang kudus mendiami lubuk hati para rasulMu dan hati semua orang yang berharap dan percaya kepadaMu. Melalui tanda kasih yang abadi, bukalah surga hari ini, dan bawalah orang yang dalam sakratul maut ini... dan semua dosa-dosanya ke hadirat kerajaan BapaMu di Surga agar ia dapat bersamaMu sekarang dan selamanya. Amin.
Dilanjutkan dengan Doa Tobat.

Lalu Paus wafat. Pemimpin umat yang saleh iru tetap berdoa selama 3 jam. Dan Paus menampakkan diri padanya dalam tubuh yang utuh dan menghiburnya. Wajahnya bercahaya bagaikan matahari, pakaiannya seputih salju. Ia berkata:” Saudaraku yang terkasih! Aku yang sebenarnya sudah diputuskan untuk dikutuk selamanya, diubah dan diangkat menjadi anak yang bahagia. Ketika kamu mengucapkan doa yang pertama, banyak dari dosa-dosaku yang jatuh berguguran dari diriku seperti hujan yang turun dari surga dan ketika engkau mengucapkan doa yang kedua, aku dimurnikan seperti tukang emas yang memurnikan emas dalam api yang amat panas. Aku masih terus dimurnikan pada saat engkau mengucapkan doa yang ketiga. Lalu, aku melihat gerbang Surga terbuka dan Tuhan Yesus berdiri di samping kanan Allah Bapa yang berkata kepadaku:”Datanglah, semua dosa-dosamu telah diampuni. Kamu akan tinggal dan menetap di kerajaan BapaKu, selamanya, Amin.

Dengan kata-kata ini, jiwaku berpisah dari tubuhku dan malaikat-malaikat Allah mengantarku ke kebahagiaan abadi.
Ketika hamba yang saleh mendengar hal ini, ia berkata: “Bapa Suci, aku tidak dapat mengatakan hal-hal ini kepada siapapun, karena mereka tidak akan percaya padaku. Maka Paus berkata:”Sungguh aku berkata kepadamu, malaikat Allah berdiri di dekatku dan telah menuliskan doa-doa itu dengan huruf-huruf emas sebagai hiburan untuk semua pendosa. Jika seseorang melakukan dosa apa pun di dunia, tetapi ketika doa ini diucapkannya atau diucapkan baginya pada saat kematiannya, maka segenap dosanya itu akan diampuni dan bahkan meskipun jiwanya seharusnya menderita di neraka, akan diselamatkan dan dibebaskan.”
“Orang yang mendengarkan doa-doa ini dibacakan, tidak akan mati tanpa kebahagiaan, juga di rumah di mana doa-doa ini diucapkan. Karenanya, ambillah doa-doa ini dan bawalah ke basilika St. Petrus dan letakkanlah di kapel yang bersama Bunda Maria diangkat ke Surga untuk hiburan dan keyakinan. Siapa pun yang dekat pada kematian yang mengucapkannya atau mendengar doa-doa ini diucapkan bagi mereka, akan memperoleh indulgensi 400 tahun untuk hari-hari seharusnya ia menderita di Api Penyucian, karena kesalahan-kesalahannya. Juga siapa yang mengucapkan doa ini atau mendengarnya, akan mengetahui jam kematiannya, Amin.

Sumber: Media Katolik

Oct 18, 2013

Doa Bagi Para Imam (St. Theresia Lisieux)

0 comments
Ya Yesus, Imam Agung yang kekal,
peliharalah para imam-Mu dalam naungan Hati-Mu Yang Mahakudus,
di mana tak seorang pun dapat menjamahnya.

Peliharalah agar jangan sampai ternoda tangan-tangan mereka yang terurapi,
yang setiap hari menyentuh Tubuh-Mu yang Kudus.

Peliharalah agar jangan sampai cemar bibir mereka,
yang setiap hari dimerahkan oleh Darah-Mu yang Mahasuci.

Peliharalah agar hati mereka, yang dimeteraikan dengan tanda agung imamat,
murni dan bebas dari segala ikatan duniawi.

Kiranya kasih-Mu yang kudus melingkupi mereka
dan melindungi mereka dari kekejian dunia.

Berkatilah karya mereka dengan buah-buah melimpah;
kiranya jiwa-jiwa yang mereka layani boleh menjadi sukacita dan penghiburan bagi mereka di dunia ini dan menjadi bagi mereka mahkota indah nan abadi di surga.

Amin.

Jul 12, 2013

Doa Sesudah Komuni (St. Bonaventura)

0 comments
St. Bonaventura (it.wikipedia.org)
Tembuslah jiwaku yang terdalam, O Tuhan Yesus Termanis,
dengan luka kasih-Mu yang penuh kesukaan dan kesehatan,
dan dengan kasih kerasulan yang sungguh benar dan tenang,
sehingga jiwaku menjadi lembut dan luluh dalam kasih dan hasrat terhadap Dikau,
semoga aku selalu mendambakan Engkau dan pelataran-Mu,
dan senantiasa rindu untuk bersatu dan hidup dengan Dikau.

Anugerahkanlah rahmat agar jiwaku ini selalu lapar akan Dikau,
Roti para Malaikat,
makanan jiwa-jiwa yang kudus,
roti kami sehari-hari dan paling penting,
karena Engkaulah sumber segala yang manis dan lezat serta mengandung setiap cita rasa yang menyenangkan.

Semoga hatiku senantiasa lapar akan Dikau dan dipuaskan oleh Dikau,
Yang selalu dirindukan para malaikat,
dan semoga jiwaku yang terdalam dipenuhi oleh manisnya Diri-Mu;
semoga jiwaku selalu haus akan Dikau,
sumber kehidupan,
sumber kebijaksanaan dan pengetahuan,
sumber cahaya kekal,
aliran sungai sukacita,
kesempurnaan rumah Allah;
semoga jiwaku senantiasa menuju Dikau, mencari Dikau, menemukan Dikau,
berlari kepada Dikau, menghampiri Dikau, merenungkan Dikau,
berbicara tentang Dikau, dan melakukan segalanya demi pujian dan kemuliaan bagi Nama-Mu,
dengan kerendahan hati dan kebijaksanaan, dengan cinta dan kegembiraan,
dengan kelegaan dan kasih sayang, dengan ketabahan sampai akhir;
dan semoga Engkau menjadi satu-satunya harapanku, kepercayaanku,
kekayaanku, kesenanganku, kepuasanku, sukacitaku, istirahatku,
dan ketentramanku, damaiku, manisku, makananku, penyegaranku,
perlindunganku, pertolonganku, kebijaksanaanku, bagianku, milikku, hartaku;
dalam Diri-Mu-lah semoga pikiran dan hatiku selalu tertuju, mantap dan berakar tak tergoyahkan.

Amin.

Jun 10, 2012

Doa Angelus

0 comments
Tiap Minggu siang, umat kota Roma dan pengunjung yang jumlahnya ribuan bergabung dengan Paus Johanes Paulus II mengucapkan "doa Angelus". Kebiasaan ini dihormati juga oleh Paus Paulus VI.

Riwayat doa Angelus panjang dan menarik. Ketika doa Salam Maria mulai terkenal di abad pertengahan, umat mulai mengucapkan tiga kali pada sore hari untuk menghormati peristiwa inkarnasi. Menurut tradisi malaikat Gabriel mengunjungi Maria pada sore/senja hari.


Dalam tahun 1263, Santo Bonaventura dalam salah satu Sidang Umum Ordo Fransiskan menetapkan pada setiap senja dibunyikan lonceng. Pada kesempatan itu semua anggota biara Fransiskan menyampaikan salam kepada Ibu Yesus. Lonceng "Ave Maria" tersebut kemudian dibunyikan pada setiap malam untuk mengingatkan setiap anggota biara dan awam mengenai kasih karunia Allah dalam diri Puteranya dan perantaraan Bunda Maria dalam misteri penyelamatan. Kebiasaan ini kemudian berkembang dan pada awal 1318 di beberapa tempat, lonceng "Ave Maria" dibunyikan juga pada pagi hari. Uskup Parma, Italia minta agaar doa Salam Maria diucapkan untuk minta perdamaian.

Dalam tahun 1386, di Prague, lonceng dibunyikan setiap Jumat siang untuk menghormati Sengsara Kristus. Setelah itu tidak hanya pada hari Jumat tapi dibunyikan setiap hari dan dipraktekkan di Perancis. Dengan persetujuan raja Perancis, Paus Sixtus IV menetapkan doa Angelus siang hari. Jerman dan Italia kemudian mengikuti kebiasaan tersebut. Dalam tahun 1456 Paus Callistus III minta doa Salam Maria diucapkan pada siang hari untuk suksesnya Perang Salib. Di beberapa tempat doa Angelus sore hari diucapkan setelah doa malam di biara.

Doa Angelus pada abad ketiga belas berbentuk seperti sekarang terdiri dari tiga Salam Maria diselingi doa-doa lainnya ditutup dengan doa yang agak panjang. Menurut pendapat beberapa pengamat sejarah, doa-doa itu mula-mula diperkenalkan di Keuskupan La Rochelle Perancis pada aba ketiga belas

Paus Johanes XXII memberi indulgensi tertentu kepada orang yang mengucapkan doa Angelus. Menurut pengamat sejarah, beliau pulalah yang menyusun doa itu. Paus Pius V dalam tahun 1571 merevisi dan melengkapi bentuknya yang dikenal seperti sekarang. Pada waktu itu doa Angelus diucapkan pada dini hari untuk menghormati Kebangkitan Yesus, pada siang hari untuk Kesengsaraan dan pada senja hari untuk peristiwa inkarnasi. Di Italia doa Kemuliaan kepada Bapa ditambahkan setelah tiap Salam Maria untuk menghormati Trinitas Mahakudus dalam hubungan dengan Maria.

Paus Johanes XXIII dalam catatannya mengenai lonceng Angelus pada pagi hari menggambarkan lonceng dini hari merupakan tanda pergantian malam menjadi siang yang gemilang, pada saat itu langit menunduk bertemu dengan bumi. Salam malaikat kita jawab dengan penuh keyakinan: "Dan ia mengandung dari Roh Kudus..."

Pengganti Johanes XXIII, Paus Paulus VI menulis dalam ensiklik "Marialis Cultus". Doa Angelus kendati melewati abad demi abad tapi tetap tak ternilai dan tetap menyegarkan. Nilai kontemplasi dalam misteri Inkarnasi Sabda Allah, salam Malaikat Gabriel kepada Maria dan jalan untuk mencari perlindungan Maria masih tetap tak berubah.

Paus yang terakhir, Johanes Paulus II menandaskan doa Angelus tidak perlu diubah. Bentuknya sederhana, sifatnya dari Injil dan asal muasalnya berkaitan dengan doa perdamaian dan dengan misteri Paska.

Banyak keluarga Katolik dengan setia mengucapkan doa Angelus pagi, siang dan malam. Di beberapa tempat juga di Indonesia sebelum Konsili Vatikan II umat masih tetap mengucapkan doa itu tiga kali setiap hari. Di Larantuka misalnya dan di seluruh daratan Flores beberapa puluh tahun yang lampau bila mendengar lonceng Angelus berbunyi, umat langsung meninggalkan kesibukan dan mengucapkan Doa Angelus. Doa itu diganti pada waktu Paska dengan "Ratu Surga". Rumusannya dapat dilihat dibawah ini:

Malaikat Tuhan
Maria diberi kabar oleh Malaikat Tuhan, bahwa ia mengandung dari Roh Kudus. Salam Maria....
Aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataanMu. Salam Maria...
Sabda sudah menjadi daging, dan tinggal diantara kita. Salam Maria...
Doakanlah kami ya Santa Bunda Allah, supaya kami dapat menikmati janji Kristus.

Marilah berdoa: Ya Tuhan, karena kabar malaikat kami mengetahui bahwa Yesus Kristus PuteraMu menjadi manusia; kami mohon, curahkanlah rahmatMu ke dalam hati kami, supaya kami karena sengsara dan salibNya dibawa kepada kebangkitan yang mulia. Oleh Kristus, Tuhan kami. Amin.

Ratu Surga (waktu Paska)
Ratu Surga bersukacitalah, Aleluya.
Sebab Ia yang boleh kau kandung, Aleluya.
Telah bangkit seperti disabdakanNya, Aleluya.
Doakanlah kami pada Allah, Aleluya.
Bersukacitalah dan bergembiralah Perawan Maria, Aleluya.
Sabda Tuhan sungguh telah bangkit, Aleluya.
Ya Allah, Engkau telah hendak menggembirakan dunia dengan kebangkitan PuteraMu, Tuhan kami Yesus Kristus; kami mohon, perkenankanlah supaya kami bersukacita dalam kehidupan kekal dengan pengantaraan BundaNya, Perawan Maria, oleh Kristus, Tuhan kami. Amin.

Tulisan diambil dari buku Perayaan Nasional Penutupan Tahun Maria 1988. Ditulis oleh: Maria Husni, Hidup, 21 Juni 1987.

May 7, 2012

Doa Kerinduan

0 comments
Dalam pengharapan yang membabi buta, aku pergi mencari sosoknya di setiap sudut kamarku; aku tidak menemukannya.

Rumahku begitu kecil dan apa yang sekali pergi dari padanya, tidak akan pernah bisa diperolehnya kembali.

Namun, sungguh tak terbatas kediamanMu, Tuhanku, dan pencarianku menuntun aku sampai ke gerbang pintuMu.

Aku berdiri di bawah tirai keemasan langit senjaMu, dan kuangkat tatapku ke wajahMu.

Aku berada di tepi keabadian di mana segala sesuatu tak akan lenyap, tak sebuah wajah pun memandang harapan, kebahagiaan, dan visi melalui air mata.

Oh, masukkanlah kehidupanku yang kosong ke dalam lautan itu, benamkan di kedalaman kesempurnaan.

Biarkanlah aku untuk sekali ini merasakan indahnya sentuhanMu, dalam kepenuhan semesta.

Rabindranath Tagore, (Gitanjali - LXXXVII)

Terkirim dari BlackBerry®

May 6, 2012

Doa Harapan

0 comments
Ya Tuhanku,

Izinkanlah aku berdoa bukan agar terhindar dari bahaya, melainkan agar aku tidak takut menghadapinya.

Izinkanlah aku memohon bukan agar penderitaanku hilang, melainkan agar hatiku teguh menghadapinya.

Izinkanlah aku tidak mencari sekutu dalam medan perjuangan hidupku, melainkan memperoleh kekuatanku sendiri.

Izinkanlah aku tidak mengidamkan dalam ketakutan dan kegelisahan untuk diselamatkan, melainkan harapan akan kesabaran untuk memenangkan kebebasanku.

Berkati aku, sehingga aku tidak menjadi pengecut, dengan merasakan kemurahanMu dalam keberhasilanku semata; melainkan biarkan aku menemukan genggaman tanganMu dalam kegagalanku.

Rabindranath Tagore, Fruit - Gathering

Terkirim dari BlackBerry®

Apr 15, 2012

Doa Ziarah Di Makam

0 comments
Ya Bapa yang maharahim, Engkau mengutus Putra TunggalMu ke dunia, ke tengah-tengah kami, dan mengalami kehidupan dan kematian seperti kami manusia. Sesudah wafat di kayu salib untuk menebus dosa kami, Ia dibaringkan di dalam kubur, namun pada hari ketiga Ia bangkit dari alam maut dan bertakhta di dalam surga.

Ya Bapa di surga, kami percaya bahwa Yesus Kristus PutraMu dan Tuhan kami kini merajai surga dan bumi, menguasai kehidupan dan kematian, maka kami mohon dengan penuh iman dan harapan, hapuskanlah dosa dan kesalahan orangtua / saudara/i kami ......., karuniakanlah kehidupan dan kebahagiaan kekal kepadanya, dan kepada semua orang lain yang dibaringkan di pemakaman ini.

Ya Bapa di surga, kami percaya bahwa setelah mereka mengalami purna kasihMu bersama Yesus, mereka akan menjadi pendoa, penolong, dan pelindung bagi kami semua yang masih berjuang di dunia fana ini. Demi Kristus yang bangkit dan mulia, kini dan sepanjang masa.

Amin.


Terkirim dari BlackBerry®

Apr 14, 2012

Doa Seorang Ibu

0 comments
Kuserahkan nama-nama anakku ke dalam tanganMu, ya Tuhan.

Tulislah nama-nama anakku dengan tinta yang tak terhapuskan agar tidak ada siapa pun juga yang dapat merebutnya, tidak juga iblis yang durhaka.

Peganglah tangan anak-anakku, bila mereka harus kulepaskan.

Biarlah mereka dilindungi oleh kuat kuasaMu, terlepas bebas dari segala kelemahan.

Tuhan, Kau tahu betapa hebatnya dunia membenci mereka dengan sewenang-wenang. Jagalah jangan sampai mereka tenggelam dalam gelombang cobaan dunia yang kejam.

Aku tak meminta agar anak-anakku bebas lepas dari penderitaan, hanya kuminta keberanian dan daya tahan bagi mereka saat dalam ketakutan dan kesepian.

Biarlah di dalam namaMu mereka beroleh perlindungan dalam satu ikatan yang tak terputuskan.

Jangan biarkan mereka terasing dari padaMu Tuhan, melainkan akrab setia padaMu sepanjang hidup.

Kuserahkan nama-nama anakku ke dalam tanganMu, ya Tuhan.

Amin.


Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Apr 10, 2012

Doa Menjelang Tidur

0 comments
Bapa terkasih, pujian tertinggi kuhunjukkan kepadaMu saat ini bersama dengan seluruh waktu yang telah Engkau berikan padaku hari ini. Baik dan kurang baik, suka maupun duka, semuanya telah berlalu pada hari ini.

Terima kasih saat ada kesukaan dan hal-hal baik yang terjadi pada hari ini. Juga terima kasih saat ada kedukaan dan hal kurang baik terjadi di hari ini. Semuanya kuyakin seturut dengan rencanaMu. Yang baik mengajarkanku untuk senantiasa bersyukur dan yang kurang baik senantiasa mengingatkanku untuk selalu bersandar hanya kepadaMu saja.
Ampunilah aku bila hari ini ada yang tidak berkenan di hadiratMu.

Di penghujung hari ini, aku ingin beristirahat dengan tenang. PerlindunganMu malam ini kuharap juga agar esok aku dapat beraktifitas kembali seperti biasanya.

Terima kasih Bapa.
Amin.

Aug 18, 2011

Doa Mohon Kesabaran

0 comments
Tuhan, ajarilah aku untuk bersabar
dengan hidup, dengan orang-orang, dengan diriku sendiri.
Aku terlalu berupaya mempercepat segala sesuatunya,
dan aku mendesak hasil sebelum waktunya tepat.

Ajarilah aku untuk mengandalkan waktu-Mu daripada waktuku sendiri,
dan menyerahkan kehendakku pada rancangan-rancangan-Mu yang terlebih besar dan bijaksana.

Tolonglah aku untuk membiarkan hidup tersingkap perlahan,
bagai kuncup mawar kecil yang mahkota-mahkotanya terbuka sedikit demi sedikit.
Jika aku memaksanya segera mekar dengan menarik mahkota-mahkotanya,
aku akan merusakkan kuncup dan segala keindahan yang tersimpan di dalamnya.

Sebaliknya, ajarilah aku untuk menantikan bunga mekar dalam waktunya sendiri.
Aku akan menghargai setiap tahap kemekarannya,
hingga ia menjadi mawar nan indah yang keharumannya memenuhi kediamanku berhari-hari.
Setiap saat dan tingkat perkembangan mengandung suatu keindahan yang unik.

Ajarilah aku untuk cukup bersabar demi menghargai hidup.
Ajarilah aku kesabaran seperti yang diperlihatkan Maria sementara ia menanti
melewati tahun-tahun, sepenuhnya menjalani janji fiatnya,
Jadilah padaku menurut perkataan-Mu.

Sumber: Yesaya
 

Survey Tas